Senin, 26 November 2012

Jenuh Jadi Jomblo ~ Dilema Cinta ~

Setiap orang pasti mempunyai keinginan entah itu tentang , perkerjaan, kekayaan,kepandaian, dan lain sebagainya, begitu juga dengan Septa Kosusu dia menginginkan mempunyai pacar lebih dari 3, ups mempunyai pacar masih membuat dia merasa jadi jomblo Oh maigat , ia alasan nya karena ia merantau di solo dan terpaksa deh meninggalkan Rian pacarnya yang dulu adalah teman satu kantornya dulu di jakarta selatan Septa bisa jadian dengan Rian karena satu alasan ingin bisa diantar –jemput naik motornya , untung-untung hemat deh tak perlu jasa tukang ojek. Dan Andy adalah Pacarnya yang dulu teman satu kuliah nya maklum Pria berkacamata ini bisa dimafaatkan Septa buat mengerjakan tugasnya ya untung-untung jasa Guru Les Privat gitu deh...Andy tinggal di Jakarta Barat.dan Dino tetangga depan rumah yang tentunya di bekasi alasan Septa Simpel karena Ibunya Dino yang pintar buat Sayur lodeh, Rainbow Cake dan Puding Coffe dan rasanya itu bikin Septa selalu ketagihan buat mencobanya . Dulu Septa memang bertempat tinggal di Bekasi tapi tidak untuk sekarang. Karena tingkahnya yang selalu mengomentarin setiap apa yang ada di matanya dan selalu memanfaatkan orang yang ada disekitarnya membuat Ayah dan Ibunya terpaksa mengungsikannya ke Solo ke tempat yang namanya Mikha, yups lebih tepatnya sih Kakak sepupu Mikha Tania Tujuannya diungsikan untuk membuat Septa mandiri .
Mikha adalah cewek dengan kulit hitam eksotis tapi tak merubah kadar kemanisannya adalah seorang Karyawati di perusahaan “ Barbie Shop”.
Berangkat dengan rasa kangen berat pada 3 pacarnya yang ia tinggal, Septa akhirnya sampai ke tempat tujuan ...
Rumah dengan cat berwarna ungu yang adalah warna kesukaannya, belum lagi disekelilingnya ditumbuhi tanaman bunga menambah cantik tampilan rumah itu, membuat Septa makin betah deh kalau nanti disuruh tinggal lama-lama di Rumah Mikha.
“Assalamualaikum....”Sapa Septa sambil mengintip di celah pagar dan dari arah dalam rumah terlihat Wanita berumur 18 tahun menghampirinya wanita itu sangat manis walaupun dengan kulit kuning langsatnya dan rambut sebahu.wanita itu segera membukakan pintu pagar rumahnya.
“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Mikhaaaaaaaaaaaaaaa Kangeeeeeeennnn.”Teriak Septa histeris lalu memeluk Mikha yang ada didepannya sementara Mikha hanya bengong saat Septa memeluknya dengan sedikit erat.
“ Septa , lepasin malu diliat orang entar dikira apaaan lagi.”Gereget Mikha .
Septa lalu melepaskannya. “ Ayuuk ah diluar panas, ayuuukkk kita masuk.”Ajak Septa sambil menggeret koper berwarna ungu miliknya.
“ Uh ini kan rumah ortu gue, kenapa dia malah nyuruh gue masuk.”Teriak Mikha kesal.
“ Sorry dianggap aja rumah sendiri ya.”Lanjut Septa lagi membuat Mikha semakin merasa aneh.
Septa menuju ruang tamu dan dilihatnya kursi sofa berwarna hijau membuatnya cemberut.
“Uh ini kamseupay banget sih Sofa nya kenapa warna hijau mendingan diganti aja warna ungu biar unyu.”Komentar Septa sambil menduduki Sofa berwarna hijau itu.
“ Itu Sofa asal korea loh, harganya juga 3 juta.”Kata Mikha tanpa Septa bertanya.
“ Whaaaatttt Korea ,aku juga cinta banget sama kuyuk keju.”Kata Septa girang.
“Apa kuyuk keju apaan emangnya?.”Tanya Mikha yang berada disamping kanan Septa dengan super penasaran.
“Ih Kamseupay banget deh, itu Boyband yang lagi naik daun banget masa sih Nggak tau yang lagu Mr.sebel tuh judulnya.”Jelas Septa membuat Mikha semakin tak mengerti alias tambah bingung.Mikha hanya memutar-mutar bola matanya seperti orang yang sedang mengingat sesuatu.

“Ok, kalau emang ngga tau nih ya aku kasih tahu ya bentar.”Kata Septa lalu mengambil selembar Foto dari dalam tas kopernya berwarna ungu itu.
“Oh ini sih Kyuhyun SuJu .” Mikha tersenyum dan sudah Paham apa yang di maksud Septa tadi.
“ Iya itu kan pacar impian aku,.”Septa langsung mengambil Foto Kyuhyun dari tangan Mikha.
“ Lo disini kan ingin kerja, emang udah dapet kerjaan disini?.”Tanya Mikha.
“Alhamdulillahirobbil alaamiin , aku belum dapet kerja.”Septa menjawab dengan wajah malu-malu.
“ Kok malah bersyukur sih.” Mikha sedikit kesal dengan jawaban Septa.
“Ya ialah aku bersyukur karena aku bisa menikmati ,santai dan juga bisa bersama Sepupu aku yang manis membahaanaa ini setiap saat.”Alasan Septa.
“ Iya , tapi gue karyawati yang punya prinsip time is money ,dan bagi gue waktu adalah uang.’’Jelas Mikha membuat Septa malah jadi bingung.
“ Apaan sih kok waktu adalah uang, kalau waktu adalah uang , uang sama waktu sama ah mungkin sama bentuknya ya uang ada yang bulat ,jam juga bundar bulat juga , terus uang ada yang persegi panjang tapi jam persegi .”Pikir Septa.
“ Lo udah ada pacar atau jangan-jangan loh LDR ya?.”Tanya Mikha lagi.
“ Astaga LDR apaan sih ,ah aku memang Lama Dan Ribet kalau lagi dandan, tapi jangan disebutin juga kali pake disingkat-singkat lagi.”Septa Tertawa malu-malu.
“LDR itu Long Distance Relantionship artinya pacaran jarak jauh.”Teriak Mikha.
“ Oh , I’m single and Very Happy.”Jawab Septa Nyengir.
“Kriiing..triiit..lalaallallallala.”Suara Handphone Septa berdering dan Ternyata Rian menelponnya.
Percakapan Septa dan Rian via telepon....
“Hallo ia Beb Honey , udah nyampe nih bunda.’’Septa mengangkat teleponnya.
“Udah dapat kerja Bunda di Solo.”Jawab Rian Via telepon.
“Belum , Beb Honey lagi mau mencari nih.”
“Mencari apa Bunda?.”Tanya Rian .
“Mencari kekasih .”
“Apaaaaa?.”Teriak Rian kaget.
“ Oh salah Beb Honey maksudnya cari kerja, udah ya Septa lagi ada di kantor tempat mau interview nih .”Septa lalu mematikan teleponnya.
Melihat dan mendengar Septa bercakap-cakap lewat telepon membuat Mikha kaget.
“ You Single?.”Tanya Mikha.
“ Ia disini aku single ,dijakarta selatan punya pacar itu yang telepon tadi tuh pacar aku.”Kata Septa.
“ Jadi mau melamar kerja dimana nih?.”Tanya Mikha.
“Kriiing..triiit..lalaallallallala.”Suara Handphone Septa berdering lagi dan ternyata kali ini adalah Andy yang menelponnya tanpa ragu Septa langsung mengangkatnya.
Percakapan Septa Dan Andy Via telepon
“Assalamualaikum Mama.”Sapa Andy.
“ Walaikumsalam Beb Bunny .”Jawab Septa sambil senyum-senyum.
“Udah sampe Ma, oh iya gimana udah dapet kerjaaannya.”Tanya Andy lagi.
“Belum ,gimana kalau Beb Bunny cariin di koran yang terbit hari ini kan ada tuh iklan baris.”
“Iya udah Ma, tapi kan tadi Beb Bunny nyari tapi khusus daerah jakarta barat aja Ma, mama kan lagi disolo.”
“Iya Beb Bunny tapi kan sama aja.”
“Beda Ma, Beb Bunny udah nyari masa ia sih sama.”
“ Iya Beb Bunny cari lagi dong.”
“Udah ya Beb Bunny mau kerja dulu.”Andy mematikan teleponnya.
Mikha semakin melongo melihat Septa teleponan dengan seseorang yang ia panggil Beb itu.
“Jadi lo tamatan apa?.”Tanya Mikha lagi.
“ D-3 Bahasa Prancis.”Jawab Septa.
“Waaah lumayan banyak perusahaan yang lagi mencari tamatan D-3 Bahasa Prancisss.”Mikha kegirangan mendengar jawaban Septa.
“Masa sih ngga bohong?.’’Septa merasa tak yakin.
“Iya .oh iya gue pengen denger lo ngomong bahasa Prancis dong.”Pinta Mikha
Septa hanya memasang wajah bingung, ragu dan takutnya.
“Masalahnya semua tugas belajar aku, aku serahin semuannya ke pacar aku Andy dan aku hanya tinggal santai-santai aja.”Jelas Septa sambil mengigit bibir bawahnya.
“Ah gue ngga ngerti kenapa bisa punya saudara yang seperti lu.”Mikha langsung pergi menuju kamarnya dan diikuti Septa.
“Oh ya Mikha aku tidur di kamar yang mana ya?.”Tanya Septa.
“Di kamar gue, lu tau kan rumah kontrakan gue ini minimalis jadi kamarnya ya Cuma satu.”Mikha lalu membaringkan tubuhnya di kasurnya dan Septa sibuk melihat Foto-foto yang terpasang di dinding kamar Mikha.
“Wahh nih cowok udah manis, imut ,cakep dan keren lagi.”Puji Septa pada Foto paling pinggir Foto pria berbaju hijau itu.
“Itu Derby Romeo temen gue waktu SMP , dulu gue suka sama dia, tapi semenjak tahu dia suka selektif dan terlalu pilih-pilih dalam mencari pacar ,gue jadi ilfil banget sama tuh  cowok menurut  gue dia tuh cinta pake syarat dan nggak bener-bener.”
Setelah mendengarkan penjelasan Mikha membuat Septa jadi ikutan ilfil
“Benaran kaya gitu ngga penting banget jatuh cinta karena ada kemauannya.”Kata Septa yang tak menyadari kalau sifatnya juga sama seperti itu.
 Mikha lalu memejamkan mata untuk pergi ke dunia mimpi begitu juga dengan Septa.


Pagi datang dan terlihat Septa yang lagi repot dengan sepatu kets berwarna ungu, celana training ungu dan kaos olahraga berwarna ungu Septa lalu pergi ke lapangan untuk lari pagi. Septa berlari-lari menuju ke Lapangan yang dekat dengan Rumah dan Septa mulai mengelilingi Lapangan yang memiliki panjang 133 meter dan lebar 33 meter itu. Septa sempoyongan dan rasanya ingin pingsan saat itu tapi tak jadi karena ada penjual Bubur ayam di Lapangan itu.
“Waaaahhh banjir keringet nih.”Ledek Penjual Bubur ayam itu sambil tersenyum melihat Septa .
“ Ia Nih mba, bair langsing mba maklum mau ngelamar kerja.”Jawab Septa agak malu-malu.
“Lho apa hubungannya sama badan neng, kerja mah kerja aja .”Kata Penjual Bubur Ayam itu sambil melayani Septa.
“ Iya biarin gemuk itu bikin kita jadi lelet.”Kata Septa sambil mengambil pesanannya dan duduk dipingiran lapangan.
Setelah selesai makan bubur ayam Septa mengembalikan piring ke tempatnya.
“ Hey Neng, ibu ada teman yang kerjanya di perusahaan baju , tugasnya Cuma nyatet-nyatet stok barang.”Kata Penjual Bubur Ayam itu.
“Aduh gimana ya bu,kalau hubunganya sama ngitung-ngitung aku ngga berani, ya udah nama ibu siapa ,rumahnya dimana terus no hapenya berapa ntar kalau aku tertarik aku bakal hubungin Ibu.”Kata Septa bersemangat.
“Nama saya Bikar , rumah saya di jalan angkasa gang kelinci no 3 , terus no hape saya 0897786756211.”Jelas Bu Bikar.
“ Ok sip deh saya pulang dulu ya.”Pamit Septa saat perjalanan pulang Septa kaget melihat Derby yang lagi duduk di dekat rumahnya Mikha.
“ Ya ampun cowok belagu ngapain nongkrong dirumah Mikha.”Kata Septa melihat Derby yang sedang jongkok di depan pagar rumahnya Mikha.

“ Ngapain cowok belagu kamu ada disini?.”Tanya Septa ketus dan sok kenal.
“ Heh lo siapa , ini kan rumahnya Mikha?.” Derby kaget melihat kemunculan Septa dan balik bertanya pada Septa.
“ Aku Septa Kosusu , Sepupu Mikha Tambayong.” Septa memperkenalkan dirinya.
“Ngga mungkin Mikha orangnya tinggi,hitam manis ,cakep ,lo pendek aneh lagi.”Kritik Derby membuat Septa menjadi kesal sekesal-kesalnya.
“Enak aja ngatain orang pendek, eh aku ini pendek tapi imut banget ya ngga kaya kamu sok pilih-pilih mencari pacar.” Septa mencibut pipi Derby yang chubby banget.
“ Heh , beli sepatu aja pilih apalagi cari pasangan.” Derby marah .
“ Ya ampun ada apa sih ini kok ribut-ribut.” Kata Mikha yang tiba-tiba datang menghampiri Septa dan Derby.
“ Dapet dari kebun binatang atau hutan mana sih kamu,kok bawa tarzan ke rumah?.”Tanya Derby sambil melirik ke arah Septa.
“ Oh iya kenalin dong Derby  ini sepupu aku Septa, dan Septa ini Derby Temanku waktu SMP.”Mikha mempersilahkan Septa dan Derby berkenalan , Septa yang sudah menjulurkan tanganya ke arah Derby tapi Derby mengabaikannya saja.
“ Oh mai God , jadi cowok sombong banget.” Batin Septa kesal.
Mikha menyuruh Derby masuk ke dalam rumahnya dan diikuti Septa .Derby langsung duduk di kursi Sofa ruang tamu. Sementara Mikha duduk di sampingnya ,Septa hanya berdiri di depan mereka. “ Oh iya Tuan Derby mau aku bikinin minuman nggak?.”Tanya Septa.
“ Ngga usah , gue ngga percaya sama lo ntar lo taroh yang aneh-aneh lagi.” Derby parno.
“ Idih kepedean ya udah  kalau ngga mau mah.” Septa langsung pergi menuju dapur.
“Septa ambilin aja ,ngga usah perduliin kata-kata Derby.”Teriak Mikha.
“Iya Mikha ini juga lagi di buatin.”Teriak Septa di dapur sambil membuatkan Teh.
Sementara Septa sedang membuatkan Teh untuk Derby , Derby yang lagi asik memandangi Mikha yang sekarang ada di depannya,
“ Aku jomblo nih, jenuh jadi jomblo.”Keluh Derby.
“Cari pacar dong, kan banyak cewek diluaran sana mana mungkin  yang ngga mau sama kamu.”Kata Mikha.
“ Ya tapi kan aku udah buka audisi pencarian pacar Derby Romero , tapi kurang sreg di mata aku.” Derby beralasan.
“Ayoo dong bilang kenapa ngga tembak Mikha.”Kata Derby dalam hati.
“ Kenapa ngga sama sepupu aku aja Septa.”Saran Mikha membuat wajah Derby menjadi kecut.
“Saran ada yang agak bagusan nggak?.”Tanya Derby sambil nyengir.
Septa memberi garam 18 sendok untuk minuman Derby.”Rasain cowo sombong,belagu, reseh ,asin asin kamu.”Septa sambil mengaduk-aduk teh yang ia buat dan segera ia  memberikannya ke Derby dengan cepat Derby meminumnya “ Uwaaaaa.”Derby memuntahkan teh yang diminumnya dan Septa yang ada di depannya pun ketiban air teh muntahan Derby.
“ Waaah Banjir dah.” Kata Septa sambil mengelap wajahnya yang basah terkena air teh.
Derby marah besar terhadap Septa dan ingin memukulnya sementara Mikha hanya tertawa melihat Derby yang sudah mau keluar tanduk Septa berlari sekencang-kencangnya , Septa berlari ke jalanan rumah Mikha dan saat Septa menengok ke arah belakang tak dilihatnya siapapun dijalanan itu.
“Ya kok aku ngga dikejar sih, gimana sih Derby udah lari capek-capek.”Keluh Septa lalu kembali masuk ke rumah Mikha tapi dilihatnya ada sepatu seseorang , dan ditengoknya seorang cowok tampan yang lebih tampan dari Derby Romero datang duduk di sebelah Mikha , Sedang Derby duduk di depan Cowok itu.
“ Mikha gimana sih ngga mau ngenalin yang bening-bening kaya gini ke aku.”Protes Septa sambil melirik ke arah cowok yang duduk disamping kanan Mikha.
“ Oh iya Septa ini Irwansyah Pacar aku, dan Irwansyah ini Septa sepupu aku.” Mikha memperkenalkan Irwnsyah pada Septa , Septa langsung mengulurkan tangan ke arah Irwansya yang duduk berhadapan dengannya dan disambut Irwansyah dan mereka pun bersalaman.
“ Ya ampun tangan nih cowok lembut banget kaya kain sutera.”Ucap Septa dalam hati sambil memejamkan matanya.
“ Sampai kapan salamannya pake acara merem kaya gitu segala.”Komentar Derby yang masih sebal melihat Septa. Septa langsung segera melepaskan tangannya.
“ Oh iya kenapa kalian ngga bilang-bilang jadiannya,”Derby kesal pada Irwansyah.
“ Lo tau kan Derby ,gue dari Smp udah naksir banget sama Mikha .”Aku Irwansyah pada Derby membuat Derby agak kesal.
“ Kenapa harus sahabat gue sih yang jadi pacarnya Mikha, mana sahabat terdekat lagi jadi nggak enak nih Oh Tuhan tolonglah diriku ini.” Teriak Derby dalam hati.
Melihat Mikha dan Irwansyah bermersaan membuat Derby sangat marah tapi ia tahan, ingin saya Derby menyatakan cinta dan memiliki Mikha tapi rasanya ia juga tak ingin melukai Irwansyah yang adalah sahabatnya , memang Dulu Mikha sempat menyukai Derby tapi dulu Mikha mendekati Irwansyah untuk membantunya meluruskan cintanya pada Derby ,tapi malah Irwansyah dan Mikha jatuh cinta dan pacaran, Derby pun dulu tak tertarik tak tahu perasaan Mikha padanya karena Mikha dulu tak secantik sekarang. Akhirnya Derby mengalami Dilema Besar antara memilih menyatakan Cinta pada Mikha tapi dia sangat takut kalau melukai hati Irwansyah...

Bersambung...
Tunggu bagian selanjutnya ya semuanya...