Mikha yang melihat Septa bolak-balik ke kamar mandi merasah kesal pada Derby.
"Lo kasih makan apaan tuh Septa sampai kaya gitu."Kata Mikha pada Derby.
":Aku ngga kasih apa-apa cuma aku kasih nasi goreng yang udah 5 hari dimobil."Kata Derby membuat Mikha dan Irwansyah kaget tahu apa yang sebenarnya.
" Lo ini ngga berubah ya Der, dulu waktu gue suka sama lo apa lo cuma bilang gue ngga bisa jawab , apa karena dulu penampilang gue tomboy terus belum bisa dandan. ngga penting banget ya nilai orang dari fisiknya."Kata Mikha marah atas kelakuan Derby saat ini pada Septa.
"Jangan mentang-mentang Septa tuh ngga cantik, norak ,nyebelin kampungan dan dandanannya ngga banget lo bisa seenaknya ngerjain Septa kayak gitu inget dia juga manusia."Tambah Irwansyah yang tak sadar kalau kata-katanya terdengar Septa yang berada dibelakangnya , mendengar hal itu Septa menangis dan langsung berlari ke kamar mandi membuat Derby mengejarnya .
"Septa please buka pintunya ."Kata Derby sambil mengetuk pintu kamar mandi.
" Kamu gila apa orang lagi mules-mules gini suruh buka pintu, aku lagi BAB."Teriak Septa dengan suara ingin menangis.
" Bohong pasti lo lagi nangis kan, nangis itu jangan di kamar mandi ngga asyik."Kata Derby membuat Septa ketahuan kalau dia bohong .
"Ya terus dimana di pundak kamu gitu ih ngga banget."Kata Septa yang sudah keluar dari kamar mandi lalu beralih ke kamarnya tetap diikuti Derby.
" Septa buku dong pintunya."Pinta Derby
" Aku mau sendiri."Teriak Septa
" Ya udah gue minta maaf untuk hari ini hari yang cukup indah tapi soon gue bakal bikin lebih indah lagi,"Kata Derby membuat Septa heran mendengarnya.
" Apaan indah , indah apanya sih dikatain sama Irwansyah dan dikerjain Derby dibilang hari yang cukup indah."Pikir Septa sambil memeluk erat bantalnya .
Sabtu, 05 Januari 2013
Kamis, 03 Januari 2013
Jenuh Jadi Jomblo *3* ~Dia~
cinta sebuah anugrah dari Tuhan yang diberikan kepada siapapun tanpa memilih siapa yang dapat merasakan, cinta bisa terbalas dan artinya saling atau tidak..
cinta berjuta rasanya..cinta itu luas bisa diberikan kepada siapa saja..
"Ngapain sih orang ini kesini '' ucap Septa ketika melihat Derby dan Mikha sedang asyik berincang-bincang di ruang tamu, membuat Derby yang ceria menjadi muram.
" Kalau lo benci bisa nggak ?, ngga usah diketarain."Kata Derby yang sedikit marah.
" Biarin aja ,suka-suka."Kata Septa yang berjalan kearah luar rumah , diiringi bantal kursi tamu yang melayang ke kepalanya membuat kepalanya berasap pertanda ingin kebakaran ,wajahnya yang semula ceria menjadi seperti monster yang ingin menyantap mangsanya
"Derbyyyyyyyyyyyyyyyyyy."Teriak Septa berbalik lalu menghampiri Derby dengan wajah penuh rasa marah.
Derby yang duduk disofa hanya diam melihat Septa seperti orang gila mengacak-acak bantal kursi.
" Gue ngga suka ada orang yang usik kepala gue." Kata Septa sambil menjitak kepala Derby dan beruntung dipisahkan Mikha,melihat Septa yang stress lalu Mikha mengajaknya ke kamarnya dan menutup serta mengunci pintu kamarnya agar Septa tak bisa keluar selama masih ada Derby.
"Udah aman deh."Kata Mikha lega lalu kembali ke ruang tamu menemui Derby yang sedang kesal-kesalnya.
"Udah tenang aja dia udah diamanin kok.," Kata Mikha lalu melanjutkan pembicaraan dengan Derby,kadang mereka tertawa terbahak-bahak saat ada yang lucu,kadang senyum -senyum sendiri dan saat Mikha menatap Derby,Derby menjadi sangat malu.Mikha pernah menyatakan cintanya dulu,tapi Ditolak Derby karena malu menerima Mikha yang dulu adalah wanita tomboy, tapi penyesalan Derby menolak Mikha malah membuatnya semakin jauh dari sifat Move on selain Mikha sekarang berubah menjadi cantik dan feminim , ternyata Derby suka dengan Mikha sayangnya Mikha malah udah memiliki pacar sedangkan Derby menutup hati dan memilih jomblo,walaupun Derby sebenarnya jenuh,terlebih harapannya menjadi pacar Mikha karena hati Mikha telah tertutup buat Derby.
Septa berusaha keluar dari kamarnya lewat jendela , merasa dendam karena Derby menimpuknya dengan bantal kursi Septa menuju ke arah mobil BMW berwarna Putih milik Derby.
" Kamseupay deh, harusnya nih mobil dicat ulang warna ungu, biar unyu-unyu kayak aku." Komentarnya dengan membawa paku lalu ingin menusuk ban mobil Derby tapi gagal karena mendengar teriakan suara Derby.
" Woooooohhh ngapain sih lo?."Tanya Derby yang sekarang ada di depannya membuat Septa gugup gemetar dan wajahnya ketakutan , Septa pun melempar paku yang ditangannya ke tanah membuat Derby mengerti apa yang mau dilakukan Septa.
" Lo pasti mau bikin mobil gue jadi rusak kan, jahat banget sih lo?."Kata Derby masuk ke dalam mobilnya dan pergi begitu saja.
sementara Septa dengan nada kesal, cemberut dan sama sekali tak merasa bersalah kembali masuk ke dalam Rumah sepupunya Mikha.
" Ada apa Septa tadi gue denger Derby teriak.?."Tanya Mikha Panik melihat Septa ,Septa menghampiri Mikha yang sedang duduk di kursi tamunya yang kini sudah diganti dengan warna ungu *gila nurut banget ya tuh si Mikha ,pasti itu yang nyuruh ganti si Septa*
"Tadi tuh aku mau balas dendam ke Derby tapi malah ketahuan, aku tuh pengen bikin ban mobilnya kempes pes pes." Septa mulai bercerita.
" Kayaknya lo benci banget ya sama Derby." Kata Mikha membuat Septa melotot.
" Darimana kamu tahu Mikha, ."Kata Septa.
" Derby tuh orangnya keren , baik sayang dia pernah nolak gue."Kata Mikha dengan wajah menyesal.
" Ya udah nyatakan cinta aja ke dia lagi."Saran Septa dengan nada semangat.
" Sayangnya kesempatan kedua itu jarang bagi gue."Kata Mikha bangun dari duduknya dan menuju ke arah kamar.
" Ih dia lho serem banget emang hidup ini hanya sekali tapi kalau ada kesempatan kedua kenapa enggak ya, ia sih kesempatan kedua itu belum tentu ada itu artinya kita harus melakukan apapun sebaik mungkin dan juga pikir-pikir dalam melewatkan kesempatan ah Mikha bikin aku galau nih tapi semoga ada beribu-ribu kesempatan baut aku menggapai mimpi , cita-cita dan cintaku." Oceh Septa sendiri di ruang tamu membuat Irwansyah yang baru datang heran melihatnya.
"Astagfirullah al adzim ini sih doa aku terkabul, aku ingin beribu kesempatan cinta, belahan cinta aku datang hah? emang ada belahan cinta baru denger nih."Ucap Septa dalam hati sambil senyam-senyum melihat Irwansyah orang yang sangat ia kagumi saat ini .
" Mikha mana? kok pintu kagak dikunci."Irwansyah memulai pembicaraan membuat hatinya yang bersemangat 45 lima kini menurun jadi -0
"Sekali kek ngga nanyain Mikha susahnya suka sama orang yang hatinya udah dimilikin orang lain."Curhat Septa pelan membuat Irwansyah bertanya " Apa lo bilang, Mikha kemana?."Tanya Irwansyah sekali lagi.
" Ada dikamarnya , perlu dipanggilin!!."Kata Septa memayunkan bibirnya tanda kecewa .
" Iya cepetan gue udah rindu banget sama Mikha."Kata Irwansyah yang kini duduk santai diruang tamu Mikha.
Septa menuju ke kamar Mikha , " Mikha ada Irwansyah tuh di ruang tamu."Septa sambil mengetuk pintu kamar Mikha.
"Tunggu sebentar ."Mikha lalu berlari -lari ke ruang tamu dan langsung memeluk Irwansyah yang berdiri . mereka tak melihat ada dua orang yang sedikit kesal melihat itu. Derby yang balik lagi karena jam tangannya tertinggal diruang tamu mengagetkan mereka.
" Eh, elo Derby." Mikha melepaskan pelukannya pada Irwansya membuat Septa jadi senang.
"Untung ada Derby kalau ngga lama tuh mereka." Ucap Septa lega.
" Gue cuma mau ngambil ini." Kata Derby mengambil jam tangannya yang tertinggal di meja.
Lalu pergi tapi Septa melarangnya ." Aduh Derby jangan pergi mending kita ngobrol aja gitu ya."Kata Septa menahan tangan Derby.
" Penting gue ngeliatin orang yang gue suka bersama orang lain." Kata Derby yang membuat Mikha dan Irwasnyah kaget mendengar ucapannya.
" Siapa yang lo suka Der?."Tanya Irwansyah penasaran sambil menatap Derby yang ada di depan pintu ruamh Mikha dengan tangan dipegang erat Septa.
" Ini wan gue suka banget nih sama Septa , mukanya kunyuk-kunyuk banget." kata Derby mencubit kedua pipi Septa gemas.Septa hanya bisa meringis kesakitan ketika kedua pipinya berhasil di cubit olehnya .
" 0-2."Teriak Septa dalam hati yang kesal karena 2 kali Septa dibuatnya kesal tapi septa gagal membuat Derby kesal karena ketahuan ingin mengerjai Derby.
Akhirnya Septa dan Derby ikut duduk bersama Mikha dan Irwansyah.
" Oh ini ya maksud dia nahan gue buat gue jadi temannya jadi penonton orang pacaran."Teriak Derby kesal melihat Mikha dan Irwansyah yang asyik bercandaan sementara Derby dan Septa hanya diam.
" Kok diam aja sih , gimana kalau Derby kan katanya suka sama Septa ,dia menyanyikan lagu buat Septa yang sesuai hatinya sekarang." Pinta Irwansyah yang langsung di tolak mentah-mentah oleh Derby.
" Maaf gue lagi malas aja nyanyi tanpa diiringi musik."Tolak Derby .
" Aku aja yang nyanyi ."Kata Septa.
" Boleh ."Kata Mikha yang senang.
"Ok , aku mau nyanyi lagu Sammy simorangkir judulnya Dia."Kata Septa sebelum memulai bernyanyi.
" Dia hanya dia di duniaku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku
Sungguh sebuah tanya yang terindah
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Untuk diriku yang biasa
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)
Tuhan bantu ku tuk berubah (tuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia"
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia"
(Dia -SAmmy Simorangkir ) ."
Selama Septa bernanyi mata Septa tertuju melihat ke arah Irwansyah ,dan Mikha juga demikian matanya terus-terusan memandang Irwansyah, tidak dengan Derby yang menatap Mikha dengan tatapan penuh harap.
" Lagu ini pasti buat Derby ya?."Tanya Irwansyah membuat Septa jadi geregetan.
" Ini buat kamu Irwansyah , ngga peka banget ya jadi orangnya."Ucap Septa pelan yang terdengar Derby yang disampingnya dan Derby malah menatap Septa tersenyum.
"Ketahuan lo pasti suka sama...."Ucapan Derby terpotong karena Septa menutup mulut Derby dengan kedua tangannya sambil bilang.
"Iya aku suka sama kamu bawel." Septa masih menutup mulut Derby tapi berhasil diberhentikan karena Derby menggigit tangannya.
"Iya aku suka sama kamu bawel." Septa masih menutup mulut Derby tapi berhasil diberhentikan karena Derby menggigit tangannya.
"Ya ampun hari ini dia ngerjain gue tiga kali astagfirullah al -adzim."Keluh Septa.
" Harusnya tuh lo bersyukur dikerjain sama orang ganteng kayak gue."Derby bangga sekaligus senang melihat Septa habis dikerjain .
"Septa gue punya nasi goreng nih spesial buat lo."Kata Derby sambil berlari ke arah mobilnya dan mengambil kotak nasi memberikanya ke Septa membuat Mikha dan Irwansyah cukup kagum dengan Derby.
" Ya ampun Derby so sweet banget deh ngasih makanan ke Septa ."Komentar Irwansyah membuat Derby hanya tersipu malu mendengar komentar Irwasnyah membuat Septa rasa ingin muntah .Septa hanya memegang dan melihat kotak nasi yang diberikan Derby tanpa di sentuhnya sama sekali.
membuat Derby ingin rasanya menyuapi Septa.
:" Sini aku suapin ya biar cepat habis nasinya."Kata Derby lalu mengambil sendok dan mulai menyuapi Septa membuat Mikha dan Irwasnyah semakin mengaguminya.
" Kok rasanya aneh ,kaya bau gimana gitu."Komentar Septa membuat Derby hanya tersenyum.
":Sayang itu namanya bumbu cinta makan lagi ya."Derby kembali menyuapi Septa hingga nasinya habis tak tesisa.
" Waahh demen juga ya lo makan nasi basi."Bisik Derby dikuping Septa membuat Septa menjadi marah mendengar kata-kata Derby.
"APAAAA Basi."Teriak Septa lalu berhasil ditarik Derby ke halaman belakang rumah Mikha .
Septa dan Derby lalu duduk dikursi panjang taman itu dengan berjaga jarak.
" Kamu gila banget si hari ini udah ngerjain aku 4 kali dalam sehari. "Keluh Septa kesal.
" Lo suka ya sama Irwansyah." Kata Derby membuat Septa ketakutan .
" Please Der ,kamu jangan kasih tahu siapa-siapa tentang perasaan aku ke Irwan aku ngga mau Mikha jadi marah, aku tahu aku salah mencintai orang tapi kenapa juga aku bisa suka sama Dia , aku ingin seiring dengan jalannya waktu rasa ini hilang aku takut kalau Mikha sakit hati ."Kata Septa menundukkan wajahnya.
" Gue juga sama kenapa sih gue jatuh cinta sama Mikha dan rasanya ngga hilang , gue juga ngga mau kali menunggu yang ngga pasti , gue jenuh nunggu Mikha , menunggu tapi tak ditunggu." Aku Derby .
"Aduh perut aku mules banget nih, aku ke toilet dulu sebelum keluar disini."Kata Septa berlari -lari menuju ke kamar mandi sementara Derby pun kembali ke ruang tamu .
ThankS For Reading Dear
Wait For Next PART :)
Langganan:
Komentar (Atom)